Sabtu, 30 Maret 2013

Jenis Media Internal


Ada 4 bentuk utama di dalam jenis-jenis media

·  Lisan dapat berbentuk briefing, rapat, diskusi, ceramah, teguran. Contohnya adalah  hotel yaitu morning briefing yang membahas dan mengevaluasi tentang masalah kemarin.
·  Tertulis dapat berbentuk surat, bulletin, brosur, company profile, information board, newsletter, dan annual report. Dari semua bentuk tertulis, bulletin dianggap paling efektif. Ada 2 bentuk company magazine yaitu majalah untuk karyawan dan majalah untuk costumer. Contoh dari majalah untuk consumer adalah majalah yang diterbitkan oleh bank, asuransi, dan penerbangan.

Seiring perkembangan teknologi maka media-media tersebut dibuat secara elektronik seperti e-bulletin dan e-magazine. Adapun kelebihan dari e-magazine adalah hemat biaya, langsung tertuju kepada personal, dan lebih cepat. Dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, dimana kekurangannya adalah karyawan malas untuk membuka, dan tidak mudah disimpan. Apabila menggunakan secara konvensional bisa disimpan tetapi perusahaan harus mengeluarkan biaya yang lebih.

Newsletter
Newsletter merupakan media berkala, umumnya satu bulan sekali. Didalam newsletter harus ada jadwal terbit, karena itu disebut sebagai media berkala.

Company Profile
Company profile itu dibuat untuk memperkenalkan perusahaan, terutama untuk calon investor. Adapun isi dari company profile itu adalah visi, misi, sejarah, produk, dan hal-hal lain yang berhubungan atau terkait dengan perusahaan.

Annual report
Di dalam annual report juga harus dicantumkan tahun, nomor, dan tanggal karena berkala. Annual report menjelaskan tentang prestasi atau apa yang dilakukan perusahaan dalam jangka waktu satu tahun. Dan yang paling penting dalam annual report adalah laporan keuangan. Dan yang harus diingat adalah setiap karyawan hendaknya membaca media-media yang diterbitkan oleh perusahaan Karena akan meningkatkan kesadaran atau awareness dan juga sense of belonging.

Majalah Dinding
Media yang digunakan untuk menyampaikan berita kepada karyawan. Kelebihannya adalah informasi lebih up to date, dan juga tidak ada waktu edisi. Setiap ada berita langsung dikabarkan kepada karyawan melalui majalah dinding. Misalnya berita duka, berita kelahiran, dan jadwal libur.

·      Counselling
Sudah mulai terlihat sebuah masalah, tetapi belum adanya sebuah akibat. Misalnya memberikan nasehat kepada karyawan dalam memecahkan sebuah permasalahan.

·      Event
Contoh dari event disini adalah pertandingan olahraga, family gathering, outing, outbond, training, acara keagamaan (buka puasa bersama), dan peringatan suatu peristiwa.

Penghargaan atau award
Penghargaan atau award sangat bermanfaat guna meningkatkan semnagat karyawan. Contohnya sebuah perusahaan memberikan penghargaan kepada karyawan terbaik, atau divisi terkreatif.

Audit Komunikasi


Audit komunikasi adalah kajian mendalam dan menyeluruh tentang pelaksanaan sistem komunikasi keorganisasian yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan efektifitas organisasi. Audit komunikasi itu dilakukan untuk adanya sebuah perbaikan. Yang diutamakan dalam audit komunikasi adalah internal, namun bisa juga eksternal.

Tujuannya itu adalah untuk efektifitas organisasi, dan juga untuk produktivitas bekerja. Output dari audit komunikasi adalah analisa. Jadi, kalau seandainya adanya suatu permasalahan maka harus dirumuskan sebuah solusi. Inti dari audit komunikasi adalah analisa dan solusi. Hasilnya bukan sekedar solusi tetapi dapat juga pemberhentian atau pemindahan kerja.

Fokus kajian terutama tertuju pada penemuan masalah dan factor yang dapat menghambat atau mengganggu pelaksanaan efektivitas sistem komunikasi. Contohnya kenapa karyawan tidak produktif? Kenapa ada karyawan yang keluar? Apa penyebab karyawan tidak betah atau tidak focus, konsentrasi, dan semangat dalam bekerja? Atau tidak ada masalah, tapi kenapa tidak ada costumer, atau mengapa penjualan menurun? Jawabannya adalah karena terciptanya suatu komunikasi yang buruk.

Adapun tujuan audit komunikasi secara lebih rinci yaitu
    1. Menentukan lokasi di mana kelebihan muatan informasi ataupun kekurangan muatan informasi terjadi, berkaitan dengan topik, sumber, dan saluran komunikasi tertentu.
           2.   Menilai kualitas informasi yang dikomunikasikan.
— 3. Mengukur kualitas hubungan konmunikasi, secara khusus mengukur sejauh mana     kepercayaan antarpribadi, dukungan, keramahan dan kepausan kerja karyawan secara keseluruhan.
     4. Mengenali kategori dan contoh pengalaman atau peristiwa komunikasi yang tergolong positif ataupun negatif.
    5. Memberikan rekomendasi tentang perubahan ataupun perbaikan yang perlu dilakuakn berkaitan dengan sikap, perilaku, praktek kebiasaan dan keterampilan yang didasarkan atas hasil analisis audit komunikasi
   6. Mengenali jaringan-jaringan yang aktif untuk desas desus, pesan sosial dan pesan kedinasan, kemudian dibandingkan dengan jaringan komunikasi resmi atau yang dibentuk sesuai bagan organisasi.
    7. Mengenali sumber-sumber kemacetan (bottleneck) arus informasi dan para penyaring informasi (gatekeeper) dengan membandingkan peran-peran komunikasi dalam praktek, seperti penyendiri (isolate), penghubung (liaison), angota kelompok (group member) dengan peran-peran yang seharusnya sebagaimana diharapkan oleh bagan organisasi dan uraian tugas.

Dan ada metode-metode dalam audit komunikasi diantaranya adalah Survei dengan kuesioner, wawancara tatap muka, teknik analisa jaringan, pengalaman komunikasi, catatan harian komunikasi, observasi, dan analisa isi. Dan metode audit yang paling efektif adalah survey dengan kuisioner dan wawancara yang mendalam secara kualitatif.

Tahapan audit komunikasi:
  1. Pencarian fakta, contoh kita harus mencari fakta berapa persen karyawan yang puas, berapa persen karyawan yang tidak puas, dari sekian persen yang menilai.
  2. Analisis, kita juga harus menganalisa apa penyebab hal tersebut terjadi, misalnya 70% karyawan tidak puas, hal ini harus kita analisa apa penyebabnya, bisa saja karena buruknya komunikasi, atau tidak ada kejujuran dan keterbukaan, atau hal-hal lainnya
  3. Evaluasi saran dan pelaporan, harus adanya saran dan rekomendasi.


Iklim Komunikasi dan Budaya Perusahaan


Iklim komunikasi adalah gabungan dari persepsi-persepsi mengenai peristiwa komunikasi, perilaku manusia, respon pegawai terhadap pegawai lainnya, harapan-harapan, konflik-konflik antar pribadi, dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam organisasi tsb. Untuk mencapai tujuan suatu perusahaan harus ada motivasi para karyawan. Untuk memunculkan motivasi, harus diterapkan iklim yang suportif dan kondusif.

Dalam hal ini, ada 5 unsur dalam membentuk sebuah organisasi, yaitu
1.  Anggota organisasi
Yang perlu dicermati dalam hal ini adalah pemikiran dan perasaan (emosi dan keinginan)
2.  Pekerjaan
Untuk pekerjaan terbagi menjadi 2 yaitu tugas formal dan tugas informal. Untuk tugas formal, biasanya menggunakan iklim lebih kaku seperti bank dan asuransi. Sedangkan untuk tugas informal, biasanya menggunakan iklim yang lebih cair contohnya media.
3.  Pengelolaan (manajemen)
Untuk pengelolaan atau manajemen ini lebih ke bagaimana cara sebuah perusahaan mengelola perusahaannya. Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
4.  Struktur Organisasi
Jika semakin vertical maka iklim organisasinya semakin jauh. Yang mempengaruhi struktur organisasi adalah kompleksitas, formalisasi (hubungan kaku dan resmi), dan sentralisasi (terpusat). Jadi semakin besar perusahaan maka komunikasi dalam perusahaan tersebut akan semakin rumit, karena pegawainya banyak.
5.  Pedoman Organisasi
Yang harus di tentukan dalam membentuk suatu organisasi adalah visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan. Karena apabila suatu perusahaan dilandasi dengan visi maka perusahaan tersebut tau kemana dan apa yang harus ia capai. Dalam menggapai visi hendakanya menentukan misi, jadi visi dan misi harus selaras. Dan juga yang harus diingat adalah harus adanya sebuah aturan yang berlaku. Tujuannya adalah agar orang-orang yang ada didalam sebuah perusahaan tau apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Dan jika ia melanggar aturan tersebut, maka akan ada hukuman yang berlaku. Sebaliknya jika selalu mematuhi dan ikut berpartisipasi dalam menegakkan aturan maka akan mendapatkan reward.

Jika kita sudah menerapkan 5 unsur diatas, kita juga harus tau apa saja tips-tips dalam membentuk komunikasi positif dalam perusahaan.
·     Pupuk rasa saling percaya dengan rekan, atasan, maupun bawahan. Saling percaya sangat berpengaruh kuat dalam membentuk komunikasi yang positif. Dalam hal ini, kita harus percaya dengan kemampuan rekan kita. Karena jika kita meragukan, maka yang akan timbul adalah rasa benci dan berdampak buruknya komunikasi antar kedua karyawan tersebut. Dan dampak yang paling besar adalah untuk perusahaan, karena perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang orang-orang didalamnya saling mensupport, saling percaya, dan akhirnya terbentuk suatu koordinasi yang solid dan juga iklim yang kondusif.
·   Pembuatan keputusan bersama. Di dalam suatu perusahaan terdapat banyak orang, banyak pikiran, banyak pendapat, dan juga pastinya banyak perbedaan persepsi. Hendaknya jika ada suatu permasalahan atau hal apapun yang menuntut untuk adanya satu keputusan, sebaiknya dikoordinasikan dengan rekan lainnya, mintalah pendapat yang lainnya, dengan begitu setiap karyawan akan merasa dianggap, dihargai. Dengan begitu, timbul rasa memiliki dan itu berdampak baik bagi perusahaan yaitu karyawan akan lebih berusaha dalam bekerja untuk kemajuan perusahaan.
· Jujur. Kejujuran merupakan suatu hal yang harus ditanamkan di setiap anggota perusahaan. Misalnya perusahaan sedang terjadi penurunan penjualan. Sebagai pimpinan yang baik hendaklah jujur kepada bawahannya. Jelaskan apa yang terjadi dengan perusahaan. Dan libatkan mereka, tanyakan apa pendapat mereka. Dengan begitu, mereka akan merespon dan dapat mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran mereka. Namun kejujuran juga ada batasannya.
·   Adanya keterbukaan. Keterbukaan sangat penting, karena jika kita saling terbuka maka kita akan saling tau apa pendapat orang tentang diri kita. Dan juga ini dapat menjadi sebuah jalan untuk memperbaiki diri kita. Banyak kasus yang terjadi saat ini adalah banyak karyawan yang lebih terbuka dengan media social, sebenarnya hal tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah. Cobalah untuk terbuka dengan orang yang bermasalah dengan kita.
·   Active listening. Cobalah untuk saling mendengarkan baik itu atasan dengan bawahan, bawahan dengan atasan, ataupun antar rekan. Karena dengan kita mendengarkan bisa juga untuk membangun diri kita, dan juga melatih kita bagaimana cara menyelesaikan masalah. Dalam hal ini, bisa saran, pendapat, kritik tapi harus dengan pikiran terbuka. Kinerja tinggi. Dalam hal ini, kita harus memiliki komitmen. Karena dengan kita berkomitmen, akan memacu diri kita untuk selalu menberikan yang terbaik, dan dengan kualitas bekerja yang terbaik pula. 

Senin, 25 Februari 2013

Peraturan dan Kebijakan Perusahaan mengenai social media


Tugas ke dua Hubungan Internal yaitu mencari peraturan perusahaan atau kebijakan mengenai social media saya mengambil contoh perusahaan QNet dimana perusahaan QNet adalah sebuah perusahaan kesehatan dan gaya hidup. Informasi ini saya ambil dari situs resmi perusahaan QNet yaitu http://www.qnet.net/id/footer/social_media_policy

Kebijakan Media Sosial QNET

QNet merupakan sebuah perusahaan kesehatan dan gaya hidup yang didirikan pada tahun 1998 untuk meningkatkan kehidupan pelanggannya di seluruh dunia.

Perwakilan Independen diizinkan mendiskusikan dan mempromosikan bisnis mereka di platform media sosial seperti blog, Facebook, YouTube, LinkedIn, MySpace, dll. Berikut ini adalah kebijakan dan panduan Perusahaan untuk representasi semacam itu. Ketiadaan, atau kurangnya referensi eksplisit ke situs spesifik, tidak membatasi cakupan penerapan kebijakan ini. Bilamana tidak terdapat kebijakan atau panduan, Perwakilan Independen harus menggunakan penilaian profesional mereka dan mengambil tindakan paling bijaksana yang mungkin dilakukan.

1. Blog pribadi, situs web dan profil media sosial harus mencantumkan pernyataan sangkalan dengan jelas bahwa pandangan yang dikemukakan oleh penulis adalah pandangan pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan Perusahaan. 

Contoh – “Opini dan posisi yang saya kemukakan adalah opini dan posisi pribadi saya dan tidak mewakili opini dan posisi QNet Ltd.” 


2. Anda harus merepresentasikan diri Anda dengan akurat dan dengan jelas menyatakan hubungan Anda dengan Perusahaan sebagai Perwakilan Independen. Dilarang mengklaim sebagai karyawan, agen atau lainnya.

3. Anda tidak boleh menggunakan merek dagang atau merek Perusahaan di setiap nama pengguna atau panggilan dalam platform media sosial mana pun. Ini termasuk namun tidak terbatas pada Twitter, Facebook, dan Linkedin. 

4. Informasi yang dipublikasikan di blog, situs web dan profil media sosial Anda harus tunduk pada dan mematuhi Kebijakan & Prosedur QNET. (Lihat klausul 11.03, 11.04 dan 11.05 dari Kebijakan & Prosedur). Hal ini juga berlaku untuk komentar yang dipasang di blog, forum, dan situs jejaring sosial lain.
5. Perwakilan Independen tidak boleh menggunakan atau mencoba mendaftarkan atau menjual nama dagang, merek dagang, nama layanan, merek layanan, nama produk mana pun, atau setiap turunannya, untuk nama domain internet atau alamat email mana pun (Lihat 10.03 (c) dari Kebijakan & Prosedur).

6. Dengan mengidentifikasi diri Anda sebagai Perwakilan Independen, Anda mengidentifikasi diri Anda dengan citra merek dan nilai-nilai Perusahaan. Karenanya, aktivitas online Anda bisa memengaruhi persepsi orang lain terhadap Perusahaan, produk dan layanannya. Karenanya penting untuk menyadari bahwa tindakan Anda yang ditangkap melalui gambar, kiriman (posting), atau komentar bisa mencerminkan tindakan Perusahaan. Panduan berikut harus dipatuhi untuk mengirim setiap konten online:

·    · Anda hanya boleh menggunakan teks yang ada di situs web resmi Perusahaan.
·        ·  Anda tidak boleh menambah konten situs web atau profil jejaring sosial Anda dengan teks dari sumber lain selain dari Perusahaan. 
·                · Ejaan semua konten harus diperiksa.
·    · Semua aktivitas, informasi dan taktik yang menyesatkan atau menipu dilarang.
·     · Hormatilah undang-undang hak cipta, dan rujuk atau sebutkan sumber dengan benar.
·              · Dilarang menggunakan bahasa yang melecehkan.
·              · Dilarang melakukan serangan pribadi

7. Perwakilan Independen harus selalu mengungkapkan hubungan mereka atau mengidentifikasi diri mereka sebagai Perwakilan Independen QNET saat membuat komentar apa pun terkait QNET dan/atau produknya.

8. Perwakilan Independen yang memberikan testimoni online harus bersikap jujur dan tunduk pada hasil yang umum
Contoh 1: “Amezcua Bio Disc menyembuhkan masalah mendengkur saya” Meskipun ini mungkin merupakan opini yang jujur, ini bukanlah hasil yang umum, dan karenanya, opini semacam ini yang dikirim secara online akan melanggar panduan saat ini, kecuali ada riset yang valid untuk mendukung klaim tersebut.

Contoh 2. “Saya mendapatkan USD 25.000 dalam satu bulan bersama QNET, dan Anda juga bisa.” Meskipun pernyataan ini mungkin benar, hasil ini tidak “umum”. Pernyataan seperti ini akan melanggar panduan saat ini. Kapan saja Anda membahas tentang pendapatan, Anda harus merujuk ke klausul 11.02 pada Kebijakan & Prosedur untuk mendapatkan panduan tentang topik ini. 


9. Untuk iklan internet berbayar seperti iklan Facebook, logo atau merek dagang perusahaan tidak boleh digunakan. Semua tautan harus diarahkan ke Situs Web Pribadi IR dan bukan ke situs resmi Perusahaan.

10. Jika Anda memiliki keluhan terhadap Perusahaan, hubungi Perusahaan untuk mendapatkan penyelesaian melalui salah satu saluran media sosial resmi Perusahaan yang tersedia di www.qnet.net atau Pusat Dukungan Global (GSC) QNET multibahasa 24 jam sehari. Jangan menggunakan media sosial lain untuk mengemukakan keluhan Anda secara terbuka karena Perusahaan tidak akan memiliki cara untuk menangani keluhan Anda; Kebanyakan orang yang membaca keluhan Anda tidak akan mengetahui kapan keluhan tersebut diselesaikan, sehingga mereka akan pergi dengan perasaan tidak tuntas yang buruk yang mungkin tidak akan pernah dapat diperbaiki.

Pembahasan dan komentar Kasus Buntut Amuk Upah Susut


Sebelum memberikan komentar terhadap kasus 22 satpam yang bermasalah dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Saya ingin memberikan penjelasan cerita atau duduk permasalahan dalam kasus ini.

Kasus ini berawal dari keputusan PT Tata Asri Textile Mills pertengahan juli lalu. Dimana pabrik ini mengurangi hari kerja satpam yang mulanya 7 hari menjadi 6 hari. Tidak hanya itu, pabrik ini juga mengurangi upah per minggu yang awalnya Rp 68000 menjadi Rp 53000.

Banyak diantara satpam-satpam merasa keberatan dengan keputusan tersebut. Mereka rela bekerja satu minggu full asalkan gaji mereka tetap. Menurut mereka gaji Rp 68000 per dua minggu juga sudah pas-pasan bagaimana jika diturunkan menjadi Rp 53000, mereka memiliki tanggung jawab menafkahi anak dan istri mereka.

Dan keberatan mereka ini, disampaikan kepada manajer personalia pabrik, yaitu Rusli Nasution. Hasilnya adalah kepala bagian pengamanan dan kooridinatornya dipecat. Mendengar hal ini, satpam-satpam pabrik tersebut geram, mereka protes atas pemecatan tersebut. Waktu itu, Rusli dan Andang menjanjikan akan berbicara kepada atasan mereka atas kasus ini.

4 hari menunggu, informasi tak kunjung disampaikan oleh Rusli dan Andang. Bahkan lebih parahnya lagi saat satpam-satpam menanyakan bagaimana kelanjutan kasus pemecatan, Rusli dan Andang mengatakan tidak tahu, dan seperti lepas dari tanggung jawab mereka. Merasa kesal dan geram akhirnya 22 satpam pabrik menghajar dan memukul Rusli dan Andang sampai berdarah-darah.

Karena kasus itu, seminggu kemudian pabrik didatangi lima mobil berisi belasan ABRI. 3 orang satpam diinterogasi dan mendapat pukulan. Merasa takut 22 satpam melapor dan meminta perlindungan kepada Polsek Cicalengka.

Pendapat dan komentar saya dalam kasus ini adalah saya tidak bisa memberi keputusan siapa yang benar dan siapa yang salah dan siapa yang harus bertanggung jawab terhadap masalah tersebut. Menurut saya, baik dari pihak personalia dan manajer produksi memiliki kesalahan dalam bersikap. Begitu pula 22 satpam yang main hakim sendiri tanpa memikirkan adanya hukum di Indonesia.

Seharusnya saat pihak personalia mengetahui keputusan yang menyatakan bahwa satpam harus dikurangi atau dalam kata lain ada beberapa satpam yang harus di PHK, sementara yang tidak di PHK menerima gaji lebih rendah dari sebelumnya, seharusnya mereka harus menyiapkan strategi bagaimana membicarakan hal tersebut kepada yang bersangkutan, ataukah harus melempar isu terlebih dahulu, atau to the point, atau juga memberikan surat yang berisi informasi kepada satpam-satpam.

Komentar saya, saat Rusli mengetahui isu seperti ini, sebaiknya ia melempar isu terlebih dahulu kepada para satpam. Dan pastinya ini akan menjadi pokok pembicaraan para satpam, dengan begitu ia dapat melihat bagaimana respon para satpam. Apakah mereka marah? Ataukah mereka protes.
Dari respon awal para satpam, harusnya ia dapat memperlajari apa tindakan selanjutnya yang akan ia ambil. Menurut pendapat saya, pihak personalia terlalu gegabah dalam mengambil keputusan. Selain itu, dari yang saya baca, saya juga menemukan adanya lepas tanggung jawab yang dilakukan Rusli dan rekannya Andang. Perilaku mereka yang membuat pra satpam geram, merasa dibohongi, dan berujung aksi pengeroyokan.

Satpam juga mengambil tindakan kurang tepat, mereka terlalu tersulut emosi, sehingga akal pikiran mereka seperti tidak berjalan. Mereka bertindak mengikuti emosi dan hawa nafsu. Mereka tidak memikirkan bahwa Indonesia adalah Negara hukum, dan setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan secara baik.

Kalau saya menjadi pihak personalia PT Tata Asri Textile Mills langkah awal yang saya ambil adalah saya akan melempar isu kepada para satpam. Saya lihat bagaimana respon mereka, jika respon mereka bagus maka tidak terlalu susah untuk saya menentukan next step. Tapi yang namanya isu penurunan gaji dan PHK biasanya akan berbuntut protes dan amarah. Dengan begini, langkah selanjutnya yang akan saya pilih adalah berbicara kepada seluruh satpam dengan nada bicara yang sopan dan lembut. Berbicara seperti dari hati ke hati.

Seperti pihak Maspion saat menghadapi kasus krisis ekonomi. Tapi dengan berani dan tanggung jawab pemilik perusahaan menjelaskan dari hati ke hati kepada karyawannya dan hasilnya para karyawan mengerti dan ikut bersama-sama membangkitkan kembali Maspion.

Dengan menjelaskan dari hati kehati, misalnya saya menjelaskan duduk permasalahan kasus ini adalah perusahaan mengalami kerugian, hal ini menyebabkan beberapa diantara satpam harus diberhentikan dan satpam lainnya mendapatkan penurunan gaji. Pihak perusahaan sama sekali tidak berniat untuk memecat dan menurunkan gaji para satpam, tapi keadaan yang harus membuat saya untuk mengatakan berita ini kepada seluruh karyawan.

Pendapat saya sebaiknya jujur kepada karyawan, karena dengan kita jujur dan terbuka kepada karyawan dalam hal ini adalah satpam maka rasa empati mereka sedikit demi sedikit akan keluar, sampai akhirnya mereka dapat menerima kasus ini. Setidaknya berikan kepada mereka penjelasan.

Saya juga salut dengan perusahaan coca-cola. Diprediksikan mereka akan mengalami kerugian besar karena banjir. Banyak pabrik mereka terendam, dan penjualan akan berhenti sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan, karena kecil kemungkinannya orang ketika banjir ingin minum coca cola. Tapi pihak coca-cola berbicara dengan para karyawannya dan akhirnya keputusan adalah setidaknya setiap karyawan harus menjual 2 botol coca cola. 

Eksekusi pun dimulai, dan hasilnya adalah setiap karyawan berhasil menjual 2 botol coca cola bahkan banyak diantara karyawan yang menambah penjualan mereka menjadi berpuluh-puluh botol. Dan pada akhirnya perusahaan coca cola tidak mengalami kerugian besar seperti yang diprediksi sebelumnya. Kabar baiknya adalah penjualan coca cola meningkat. Itu semua karena kekompakan, empati dan cinta yang tinggi terhadap perusahaan. Selain itu juga, kejujuran dan keterbukaan kepada karyawan.

Seharusnya beberapa cerita diatas seperti Maspion dan coca cola dapat menginsiprasi perusahaan PT Tata Asri Textile Mills dalam mengmbil keputusan. Selalu melibatkan setiap karyawan dalam setiap pengambilan keputusan. Selalu jujur dan terbuka kepada karyawan baik itu kabar baik maupun kabar buruk, karena yakinlah kesuksesan, kemajuan, dan kehidupan suatu perusahaan tidak lepas dari usaha keras dan dukungan dari para karyawannya.